Representasi Maskulinitas Naskah Drama “Obrok Owok-Owok Ebrek Ewek-Ewek” Karya Danarto

Authors

  • Anggy Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri
  • Uu Yusup Mohammed Bin Zayed University for Humanities, United Arab Emirates

DOI:

https://doi.org/10.30762/narasi.v3i1.5206

Keywords:

maskulinitas, obrok owok-owok ebrek ewek-ewek, naskah drama

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan representasi maskulinitas pada tokoh utama bernama Tommy, seorang mahasiswa seni rupa yang terjebak dalam hubungan segitiga, yang tidak hanya mengejar cinta, tetapi juga status sosial dan prestasi akademis, namun juga menggambarkan tekanan dari maskulinitas untuk berhasil di berbagai aspek kehidupan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori maskulinitas yang dikemukakan oleh Janet Saltman Chafetz, yaitu fisik, fungsional, seksual, emosional, intelektual, interpersonal, dan karakter personal lain. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menampilkan prosedur penilaian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Sumber data dalam penelitian ini mencakup aspek maskulinitas yang terdapat dalam naskah drama Obrok Owok-Owok Ebrek Ewek-Ewek karya Danarto. Hasil dari penelitian maskulinitas ini meliputi beberapa hal. Aspek seksual, yaitu seorang laki-laki menunjukkan ketertarikan kepada perempuan. Aspek emosional, yaitu pria seringkali menyembunyikan atau mengendalikan perasaan emosi mereka. Aspek interpersonal, yaitu sosok yang bertanggung jawab, disiplin, dan mandiri. Aspek karakter personal lain. Penyebab maskulinitas ini meliputi tekanan sosial dan harapan untuk menunjukkan kekuatan serta dominasi dalam hubungan, yang mencerminkan norma-norma gender yang berlaku di masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arifah, dkk. (2023). Maskulinitas Tokoh Utama Pada Cerita Rakyat Kamandaka. Fon. 19 (2): pp. 239 – 252. https://doi.org/10.25134/fon.v19i2.7759

Darwin, M. (1999). Maskulinitas: Posisi laki-laki dalam Masyarakat patriarkis. Center for Population and Policy Studies Gadjah Mada University, 4, 1-1.

Intan, T. (2021). Stereotip Gender dan Wacana Maskulinitas dalam Novel Di Tanah Lada Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie. Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender dan Anak, 71-88.

Nixon, S. (1997). Exhibiting masculinity. Representation: Cultural representations and signifying practices, 291-336.

Nugroho, dkk. (2023). Relasi Maskulinitas dan Feminitas dalam Cerpen Dilarang Mencintai Bunga-Bunga Karya Kuntowijoyo Kajian Multikulturalisme. CaLLs: Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics. Vol. 9: pp. 113 – 126. https://doi.org/10.30872/calls.v0i0.13153

Primsa, F. (2024). Maskulinitas Tokoh Pak Parno Pada Naskah Drama Ranjau Paku Karya M. Sabiq. (Kajian Psikologi Sastra) (Doctoral dissertation, UNIVERSITAS BATANGHARI JAMBI).

Purwanti, M. (2020). Reprensentasi Maskulinitas dalam Cerita Rakyat Jambi Bukit Perak. Journal of Language and Literature, 6(1), 18-28.

Rizqina, A. A., Adesetia, D. W., Wardana, M. A. W., Khoerunnisa, N., Sumarwati, S., & Andayani, A. (2023). Presentasi Maskulinitas Tokoh Dalam Novel Bekisar Merah Karya Ahmad Tohari: Analisis Teori Janet Saltzman Chafetz. ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, 3(2), 66-80.

Zulhijasri, Z., & Yusril, Y. (2021). Penyutradaraan Naskah Obrok Owok-Owok Ebrek Ewek-Ewek Karya Danarto dengan Konsep Alienasi Brecht Melalui Spirit Teater Tradisional. Creativity And Research Theatre Journal, 3(2), 73-84.

Downloads

Published

2025-04-23

How to Cite

Anggy, & Yusup, U. (2025). Representasi Maskulinitas Naskah Drama “Obrok Owok-Owok Ebrek Ewek-Ewek” Karya Danarto. Narasi: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, Dan Pengajarannya, 3(1), 115–127. https://doi.org/10.30762/narasi.v3i1.5206

Issue

Section

Articles