Representasi Kejawen sebagai Sinkretisme Keyakinan Masyarakat Jawa Banyumasan dalam Novel-Novel Ahmad Tohari

Authors

  • Hary Sulistyo Prodi Ilmu-Ilmu Humaniora, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada
  • Ahmad Mustolih Prodi Sastra Inggris, Fakultas Bahasa dan Sastra, Universitas Nasional
  • Widya Putri Ryolita Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman
  • Dimas Indianto S. Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri
  • Bahrul Anam Prodi Tadris Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri

DOI:

https://doi.org/10.30762/narasi.v4i1.8491

Keywords:

masyarakat Banyumasan, novel-novel Ahmad Tohari, representasi Kejawen

Abstract

Tulisan ini membahas mengenai representasi kejawen sebagai sinkretisme Islam dengan keyakinan lokal dalam novel-novel karya Ahmad Tohari dengan perspektif unsur-unsur kebudayaan Koentjaraningrat. Sebagai karya sastra yang merepresentasikan budaya Banyumasan, terepresentasi aspek-aspek spiritualitas tak terkecuali mistisme, yang merupakan akulturasi spiritualitas dan realitas dalam hidup. Tujuan penulisan ini adalah: 1. Menjabarkan bentuk-bentuk Kejawen di dalam novel-novel Ahmad Tohari sebagai bentuk tanda dalam perspektif unsur-unsur kebudayaan Koentjaraningrat; 2. Menjabarkan makna kultural masyarakat Banyumasan mengenai representasi Kejawen di dalam novel-novel tersebut. Teori dalam penelitian ini adalah unsur-unsur kebudayaan Koentjaraningrat, yang meliputi tahapan ide, tingkah laku, dan benda hasil kebudayaan.  Metode penelitian ini adalah kualitatif, dengan langkah-langkah: 1. Pembacaan terhadap novel-novel Ahmad Tohari sebagai populasi penelitian; 2. Pemilihan terhadap novel-novel yang mengandung unsur kejawen sebagai sampel penelitian; dan 3. Melakukan analisis terhadap   representasi   kejawen   di   dalam   novel-novel   tersebut   dengan   teori   unsur-unsur kebudayaan Koentjaraningrat.  Hasil penelitian menunjukkan:  1.  Berdasarkan karya-karya Ahmad Tohari, novel Ronggeng Dukuh Paruk dan Di Kaki Bukit Cibalak memiliki representasi yang kuat mengenai Kejawen sebagai ciri masyarakat Banyumasan; 2. Representasi Kejawen dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk pada peristiwa peresmian Srintil menjadi ronggeng, yaitu saat pentas di makam keramat. Representasi kejawen dalam novel Di Kaki Bukit Cibalak, tercermin pada peristiwa Bu Lurah yang mendatangi dukun sakti, agar suaminya gagal dalam  pernikahannya  dengan  istri  muda;  3.  Representasi  kejawen  dalam  karya-karya  Ahmad Tohari menunjukkan secara kultural, masyarakat Banyumasan, memiliki pola pikir dialektis antara realitas dan mistisme, sekaligus   memegang teguh  tradisi   kultural,   dengan   salah   satunya   tetap menghormati leluhur sebagai nilai dan identitas.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alfian, M. (2019). Materialisme Historis Terry Eagleton dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari. Aksara, 31(1), 1-17. https://doi.org/10.29255/aksara.v31i1.385.1-17

Aminah, O. N., & Albar, M. K. (2021). Nilai-Nilai Pendidikan Islam Berbasis Kearifan Lokal dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari. Qalamuna: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama, 13(1). https://doi.org/10.37680/qalamuna.v13i1.862

Amriani, H. (2014). Realitas Sosial dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari. Sawerigading, 20(1).

Anggaeni, N. F. (2015). Kajian Sosiologi dan Nilai Moral pada Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari. Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis, 6(3).

Arifin, M., Abdullah, I., & Ratnawati, A. T. (2019). Contestation between Puritan Islam and Kejawen in the Urban Yogyakarta of Indonesia. Al-Albab, 8(2). https://doi.org/10.24260/alalbab.v8i2.1460

Dewi, R. S., & Masdalifah. (2020). Mythological Criticism Analysis in Novel Ronggeng Dukuh Paruk by Ahmad Tohari. Proceedings of the International Conference on Culture Heritage and Humanities (ICCHH 2019). https://doi.org/10.2991/assehr.k.200819.053

Faruk. (2012). Metode Penelitian Sastra: Sebuah Penjelajahan Awal. Pustaka Pelajar.

Geertz, Clifford. (1981). Abangan, Santri, Priyayi dalam Masyarakat Jawa. Pustaka Jaya.

Ghofur, M. A., & Purnomo, B. (2021). Kepercayaan Masyarakat Gunung Kidul dalam Novel Panjang Ilang Karangan Naratala (Kajian Antropologi Sastra). Baradha, 20(4), 9–25. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/baradha/article/view/41238/37166

Harijanti, S., Rustono, Nuryatin, A., & Doyin, M. (2020). Hyperreality in the Novel of Di Kaki Bukit Cibalak by Ahmad Tohari. Proceedings of the International Conference on Science and Education and Technology (ISET 2019). https://doi.org/10.2991/assehr.k.200620.093

Irwanti, Neneng. (2019). Sinkretisme Islam-Jawa dalam Pernikahan Adat Jawa (Studi di Desa Karangnangka Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas) (Skripsi, Prodi Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Ushuluddin, Adab & Humaniora, IAIN Purwokerto).

Karomi, Kholid. (2013). Tuhan dalam Mistik Islam Kejawen (Kajian atas Pemikiran Raden Ngabehi Ranggawarsita). Jurnal Kalimah, 11(2), 287-304.

Khalim, Samidi. (2011). Salat dalam Tradisi Islam Kejawen. Jurnal Sabda, 6(1), 1-11.

Koentjaraningrat. (1984). Kebudayaan Jawa. Balai Pustaka.

Koentjaraningrat. (1993). Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan. Gramedia Pustaka Utama.

Krismonita, F. Y. (2021). Cerminan Etika Profetik dalam Novel Di Kaki Bukit Cibalak Karya Ahmad Tohari Sebagai Media Pendidikan Karakter Peduli Sosial Pascapandemi. Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. https://doi.org/10.19105/ghancaran.vi.5315

Mawardi, Kholid. (2022). Nationalism and Spiritualism of Javanese Tarekat: Study of Tarekat Rinjani in Banyumas Regency Central Java. Qudus International Journal of Islamic Studies (QIJIS), 10(1), 75-108.

Moleong, L. J. (1990). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Muarifin, M., & Waryanti, E. (2022). A Representation of Java Culture in the Novel Ronggeng Dukuh Paruk by Ahmad Tohari. Wacana: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran, 5(2). https://doi.org/10.29407/jbsp.v5i2.17545

Mulyani, H. (2016). Recollection Ajaran Mistik Islam-Kejawen dalam Teks Serat Suluk Maknarasa. Jurnal IKADBUDI, 4(10). https://doi.org/10.21831/ikadbudi.v4i10.12021

Munna, U. L., & Ayundasari, L. (2021). Islam Kejawen: Lahirnya Akulturasi Islam dengan Budaya Jawa di Yogyakarta. Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial, 1(3), 317-325. https://doi.org/10.17977/um063v1i3p317-325

Pelawi, B. Y. (2016). The Translation of Cultural Terms in the Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” by Ahmad Tohari. Ilmu dan Budaya, 40(51).

Ratnaningsih, D. (2018). Kemiskinan dalam Novel Di Kaki Bukit Cibalak Karya Ahmad Tohari. Edukasi Lingua Sastra, 15(2). https://doi.org/10.47637/elsa.v15i2.67

Rochwidjatini, & Lelono, B. (2018). Tinjauan Sosiologis Novel Di Kaki Bukit Cibalak Karya Ahmad Tohari. Jurnal Ilmiah Lingua Idea, 9(1).

Rumadi, H. (2020). Representasi Mitologis Budaya dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari. Equilibrium: Jurnal Pendidikan, 8(1). https://doi.org/10.26618/equilibrium.v8i1.3095

Sultoni, A. (2019). Islam Kejawen in Action: Melestarikan Kearifan Budaya Lokal sebagai Upaya Alternatif Menangkal Radikalisme Agama dan Pengaruh Modernisasi. Momentum: Jurnal Sosial dan Keagamaan, 8(1). https://doi.org/10.29062/mmt.v8i1.26

Van Peursen, C. A. (1979). Strategi Kebudayaan. Kanisius.

Wahana, D. N. (2019). Hegemoni dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari. Sarasvati, 1(1). https://doi.org/10.30742/sv.v1i1.654

Wisnu, Yesaya. (2022). Pepali Banyumasan masih Dipercaya Warga, Begini Praktiknya. Solopos. https://www.solopos.com/pepali-banyumasan-masih-dipercaya-warga-begini-praktiknya-1231458

Woodrich, C. (2014). Masalah Cina, Masalah Cinta: Posisi Orang Tionghoa dalam Karya Ahmad Tohari. Poetika, 2(1).

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

Sulistyo, H., Mustolih, A., Ryolita, W. P., Indianto S., D., & Anam, B. (2026). Representasi Kejawen sebagai Sinkretisme Keyakinan Masyarakat Jawa Banyumasan dalam Novel-Novel Ahmad Tohari. Narasi: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, Dan Pengajarannya, 4(1), 167–184. https://doi.org/10.30762/narasi.v4i1.8491

Issue

Section

Articles