Relasi Kuasa Orang Dewasa-Anak dalam Novel Di Tanah Lada Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
DOI:
https://doi.org/10.30762/narasi.v4i1.8514Keywords:
dominasi orang dewasa, relasi kuasa orang dewasa-anak, subjektivitas anakAbstract
Relasi kuasa orang dewasa-anak dapat menimbulkan perilaku diskriminatif terhadap anak dan dominasi tersebut dianggap sebagai hal yang wajar dalam masyarakat. Novel Di Tanah Lada menawarkan pandangan lain dalam memandang dan memosisikan anak-anak dengan memberikan suara bagi tokoh anak untuk keluar dari dominasi tokoh dewasa. Melalui konsep relasi kuasa orang-dewasa anak dan konsep anak sebagai liyan, penelitian ini berupaya membongkar relasi kuasa tokoh dewasa-anak dalam Di Tanah Lada. Hal ini bertujuan untuk melihat bagaimana novel ini membangun kesadaran bagi orang dewasa dalam memandang anak-anak sehingga tidak menjadikan dominasi terhadap anak sebagai sesuatu yang wajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi dari tokoh dewasa menimbulkan resistensi pada diri dua tokoh anak yang menjadi tokoh utama. Resistensi kedua tokoh anak tersebut diperlihatkan dari penolakan mereka untuk kembali pada mata rantai kekerasan dan pada relasi kuasa yang dibentuk oleh tokoh dewasa. Dengan memilih kematian sebagai jalan keluar, kedua tokoh anak bergantung pada diri mereka sendiri sebagai individu yang bebas, memiliki subjektivitas atas dunianya, dan atas hidupnya. Dengan demikian, dapat disimpulkan, novel ini menunjukkan kritik terhadap orang dewasa yang menempatkan anak-anak di posisi marjinal
Downloads
References
Aeny, Intan Larasati. (2017). Dampak Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap Perkembangan Kejiwaan Anak pada Novel di Tanah Lada Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie: Tinjauan Psikologi Perkembangan. Skripsi Universitas Diponegoro, Semarang, 18 Mei 2018, http://eprints.undip.ac.id/56719/
Alanen, Leena & Mayall, B. (Ed.). (2001). Conceptualizing Child-Adult Relations. London & New York: Routledge.
Albert, Isabelle, et al. (2005). “Value of Children in Urban and Rural Indonesia: Socio-Demographic Indicators, Cultural Aspects, and Empirical Findings”, 10 April 2018, http://kops.uni-konstanz.de/volltexte/2009/8131/
Afandi, Teguh. (2015). “Resensi Novel Di Tanah Lada: KDRT dan Luka yang Bertahan Lama”, dalam Jawa Pos, 1 November 2015.
Hae, Zen, et al. (2014). “Laporan Pertanggungjawaban Juri Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2014”, 18 Mei 2018, https://dkj.or.id/berita/keputusan-dewan-juri/#6a2dc9d74981633f7
Huda, Nurul. (2008). “Kekerasan terhadap Anak dan Masalah Sosial yang Kronis”, dalam Pena Justisia, 7, 82—96.
James, A & Prout, A. (Ed.). (1997). Constructing and Reconstructing Childhood (2nd ed.). London: Falmer Press.
KPAI. (2018). “Penjelasan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak”, 9 Juli 2018, http://bankdata.kpai.go.id/files/2016/06/PENJELASANATAS-UNDANG-UNDANG-REPUBLIK-INDONESIA-NOMOR-23-TAHUN-2002-TENTANG-PERLINDUNGAN-ANAK.pdf.
Kehily, M. J. (Ed.). (2009). An Introduction to Childhood Studies (2nd ed.). Maidenhead: Open University Press.
Knowles, M. & Malmkjaer, K. (1996). Language and Control in Children’s Literature. London & New York: Routledge.
Martens, Annelies. (2015). Ideology in Children’s Literature: Critical Discourse Analysis of the Adult-Child Power Relation in Roald Dahl’s Matilda. Skripsi University of Amsterdam, 27 Januari 2018, https://www.academia.edu/23460891/Ideology_in_Children_s_Literature_Critical_Discourse_Analysis_of_the_AdultChild_Power_Relation_in_Roald_Dahl_s_Matilda
Mason, J. & Falloon, J. (2001). “Some Sydney Children Define Abuse: Implications for Agency in Childhood”, dalam Conceptualizing Child Adult-Relations. Alanen dan Mayall (Ed.). London & New York: Routledge.
Nikolajeva, Maria. (2009). “Theory, Post-Theory, and Aetonormative Theory”, dalam Neohelicon, 36, 13—24, 26 Maret 2018,
https://link.springer.com/article/10.1007/s11059-009-1002-4
Pranawati, Rita. (2018). “KPAI: Anak Bukan Aset atau Barang yang Bisa Diperlakukan Seenaknya”, 9 Juli 2018, http://www.kpai.go.id/berita/kpai-anak-bukan-aset-atau-barang-yang-bisa-diperlakukan-seenaknya.
Punch, Samantha. (2007). “Generational Power Relations in Rural Bolivia”, 24 Februari 2018, https://dspace.stir.ac.uk/bitstream/1893/1461/1/RT97030_C012.pdf.
Purbani, Widyastuti. (2009). Ideologi Anak Ideal dalam Lima Fiksi Anak Unggulan Indonesia Akhir Orde Baru. Disertasi Prodi. Ilmu Susastra Universitas Indonesia, Depok.
Riany, Yuliani Eva, et al. (2017). “Understanding the Influence of Traditional Cultural Values on Indonesian Parenting”, dalam Marriage & Family Review, 53, 207—226, 25 April 2018, http://dx.doi.org/10.1080/01494929.2016.1157561
Shier, H. (2012). “What Does Equality Mean for Children in Relation to Adults?”, 7 Desember 2017, http://www.harryshier.net/docs/Shier-What_Does_Equality_Mean_for_Children.pdf
Sunarti, Euis. (2012). “Pengaruh Perubahan Sosial terhadap Keluarga”, 7 Juli 2018,
Williams, Timothrey P. (2016). “Theorizing Children’s Subjectivity: Ethnographic
Investigations in Rural Rwanda” dalam Childhood, 23, 333—347, 11 April
2018, http://journals.sagepub.com/doi/abs/10.1177/0907568216644031
Zezsyazeoviennazabrizkie, Ziggy. (2015). Di Tanah
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Adelia Savitri, Dhita Hapsarani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.















