Tingkat Kesulitan Kosakata dalam Buku Cerita Anak Jenjang B: Kajian Korpus
DOI:
https://doi.org/10.30762/narasi.v4i2.9836Keywords:
buku cerita anak, kosakata, tingkat kesulitan kosakata, Keterbacaan, linguistik korpusAbstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik dan tingkat kesulitan kosakata dalam buku cerita anak jenjang B. Korpus penelitian terdiri atas 50 buku cerita anak digital yang dianalisis menggunakan Kortara dan menghasilkan 2.509 kosakata leksikal dari 2.836 token awal setelah penyaringan. Hasil analisis menunjukkan bahwa nomina (1.098 kata; 43,76%) dan verba (823 kata; 32,80%) merupakan kelas kata yang paling banyak ditemukan, diikuti adjektiva (285 kata; 11,36%). Secara morfologis, bentuk dasar mencakup 66,64% dan bentuk turunan 33,36% kosakata; pada bentuk turunan, prefiks meN- (44,62%) dan ber- (32,10%) paling dominan. Kosakata yang berpotensi menghambat keterbacaan mencakup verba berimbuhan dan polimorfemis, istilah ilmiah, kosakata jarang atau arkais, kosakata abstrak atau emosional, serta kata dengan referen budaya seperti lumbung. Sebagai konfirmasi terbatas, uji pemahaman pada satu buku representatif terhadap 200 siswa kelas II–IV di 10 sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta menunjukkan bahwa 80% siswa menjelaskan inti cerita dan 90% memahami pesan moral, tetapi hanya 45% yang mendefinisikan kata baru secara tepat (30% kurang tepat atau ambigu dan 25% tidak menjawab). Temuan bersifat deskriptif dan tidak dimaksudkan sebagai pengukuran langsung terhadap seluruh kosakata dalam 50 buku.
Downloads
References
Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022). Peraturan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 030/P/2022 tentang Pedoman Perjenjangan Buku. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Beck, I. L., McKeown, M. G., & Kucan, L. (2013). Bringing words to life: Robust vocabulary instruction (2nd ed.). Guilford Press.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Kljajevic, V., Bacic, K., & Nenadic, F. (2022). Morphological processing and vocabulary development in early readers. Journal of Research in Reading, 45(2), 234–249. https://doi.org/10.1111/1467-9817.12345
Nation, I. S. P. (2013). Learning vocabulary in another language (2nd ed.). Cambridge University Press.
Nurgiyantoro, B. (2018). Sastra anak: Pengantar pemahaman dunia anak. Gadjah Mada University Press.
Nurohmah, S., Pratiwi, R., & Lestari, D. (2024). The contribution of vocabulary mastery and reading interest to elementary students' writing skills. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 9(1), 45–58.
OECD. (2023). PISA 2022 results (Volume I): The state of learning and equity in education. OECD Publishing.
Oktamarina, L. (2022). Vocabulary mastery and its correlation with writing ability in elementary school students. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 11(2), 101–112.
Piaget, J. (1952). The origins of intelligence in children. International Universities Press.
Rochmah, N. (2022). Vocabulary development and reading comprehension in primary school students. Jurnal Pendidikan Dasar, 13(1), 67–79.
Safitri, A., & Bakhtiar, A. (2022). Storytelling method to improve vocabulary mastery in elementary students. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 10(2), 150–160.
Sugiyono. (2014). Metode penelitian kombinasi (mixed methods). Alfabeta.
Tarigan, H. G. (1979). Pengajaran kosakata. Angkasa.
Winarti, W. (2023). The effectiveness of picture storybooks in improving children's vocabulary mastery. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1), 25–36.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Salman Alade, Dian Firdha Utami, Nur Aina Ahmad, Meilina Widya Dali, Wiwik Pratiwi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.















