How Does “SPEAKING” Work in Pesantren?: An Ethnography of Arabic Communication Based on Dell Hymes' Framework
DOI:
https://doi.org/10.30762/asalibuna.v10i01.7161Keywords:
Ethnography of Communication, Dell Hymes SPEAKING Model, Arabic Language Learning, Controlled Participatory Communication, Etnografi Komunikasi, Model SPEAKING Dell Hymes, Komunikasi Partisipatif TerkendaliAbstract
Arabic language learning in pesantren faces a paradox between the demands of active participation of students and a communication structure that emphasizes hierarchy, obedience, and ta'zim to ustadz. This study aims to analyze the communication model of Arabic language learning at the Al Muhsin Islamic Boarding School Metro Lampung using the communication ethnographic approach and the Dell Hymes SPEAKING framework. The study used a qualitative design with data collected over three months through participant observation of 12 learning activities and 8 informal interactions, recording of six 75-minute communication events, in-depth interviews with five informants, and documentation. Data are analyzed through condensation, presentation and verification of conclusions. The results of the study show that Arabic language learning communication takes place in a participatory-controlled communication pattern based on adab. Ustadz still has linguistic and epistemic authority in determining the material, the turn of speaking, the choice of code and the accuracy of the answers, while the students gain space to imitate, ask questions, dialogue, translate and help their peers. Arabic is positioned as the language of knowledge, religion and identity of Islamic boarding schools, while code transfer to Indonesian functions as pedagogical scaffolding, a means of collaboration and comprehension support. The norm of waiting for the turn of the speaker functions as a class management as well as strengthening the manners and authority of the ustaz. Theoretically, these findings extend the use of the SPEAKING framework from simply mapping the elements of communication to an instrument for uncovering language ideologies, power relations, epistemic authority and negotiations between obedience and participation in traditional religious institutions. This study concludes that learning Arabic in Islamic boarding schools can develop the active participation of students without eliminating hierarchy and adab values, if the authority of the ustadz is accompanied by a space for dialogue, peer assistance, pedagogical code transfer, and contextual communication practices.
Abstrak
Pembelajaran bahasa Arab di pesantren menghadapi paradoks antara tuntutan partisipasi aktif santri dan struktur komunikasi yang menekankan hierarki, kepatuhan, serta ta’zim kepada ustadz. Penelitian ini bertujuan menganalisis model komunikasi pembelajaran bahasa Arab di Pondok Pesantren Al Muhsin Metro Lampung menggunakan pendekatan etnografi komunikasi dan kerangka SPEAKING Dell Hymes. Penelitian menggunakan desain kualitatif dengan data yang dikumpulkan selama tiga bulan melalui observasi partisipan terhadap 12 kegiatan pembelajaran dan 8 interaksi informal, perekaman enam peristiwa komunikasi berdurasi 75 menit, wawancara mendalam terhadap lima informan, serta dokumentasi. Data dianalisis melalui kondensasi, penyajian dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pembelajaran bahasa Arab berlangsung dalam pola komunikasi partisipatif-terkendali berbasis adab. Ustadz tetap memiliki otoritas linguistik dan epistemik dalam menentukan materi, giliran berbicara, pilihan kode dan ketepatan jawaban, sementara santri memperoleh ruang untuk menirukan, bertanya, berdialog, menerjemahkan dan membantu teman sebaya. Bahasa Arab diposisikan sebagai bahasa ilmu, agama dan identitas pesantren, sedangkan alih kode ke bahasa Indonesia berfungsi sebagai pedagogical scaffolding, sarana kolaborasi dan dukungan pemahaman. Norma menunggu giliran berbicara berfungsi sebagai manajemen kelas sekaligus penguatan adab dan otoritas ustadz. Secara teoretis, temuan ini memperluas penggunaan kerangka SPEAKING dari sekadar pemetaan unsur komunikasi menjadi instrumen untuk mengungkap ideologi bahasa, relasi kuasa, otoritas epistemik dan negosiasi antara kepatuhan dan partisipasi dalam institusi keagamaan tradisional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran bahasa Arab di pesantren dapat mengembangkan partisipasi aktif santri tanpa menghilangkan hierarki dan nilai adab, selama otoritas ustadz disertai ruang dialog, bantuan teman sebaya, alih kode pedagogis, dan praktik komunikasi yang kontekstual.
Downloads
References
Afyuddin, M. S., Muslimah, M., Kholis, M. N., & Rahmawati, R. D. (2023). Development of Tadris Al-’Arabiyyah Al-Mukatssaf (TAM) Textbook, Based on Contextual Teaching and Learning (CTL). Asalibuna, 7(01), 1–17. https://doi.org/10.30762/asalibuna.v7i01.1084
Ahmad Wasil. (2024). Urgensi pembelajaran bahasa arab sebagai bahasa kedua di Pondok Pesantren Ngalah Pasuruan. Muhadasah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab, 6(2), 280–291. https://doi.org/10.51339/muhad.v6i2.3033
Al Usman, S., Utami, S., Hayati, I., Daib Insan Labib, M. A., & Bin Aman, A. (2023). Strategies for Arabic Learning with a Formal Approach in the Disruption of the 21st Era. Ta’lim Al-’Arabiyyah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab & Kebahasaaraban, 7(2), 175–190. https://doi.org/10.15575/jpba.v7i2.22667
Basit, L. (2018). Fungsi Komunikasi. Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial Dan Kebudayaan, 9(2), 26–42. https://doi.org/10.32505/hikmah.v9i2.1737
Haq, M. A., Makinuddin, M., & Amrulloh, F. S. (2025). Strategi komunikasi kontekstual dalam pengajaran keterampilan berbicara bahasa Arab pesantren tradisional: Studi kasus di Pondok Pesantren Mamba’us Sholihin Gresik. Journal of Arabic Language Studies and Teaching, 5(2), 198–207. https://doi.org/10.15642/jalsat.2025.5.2.198-207
Hartono, R. (2016). Pola Komunikasi di Pesantren : Studi tentang Model Komunikasi antara Kiai, Ustadz, dan Santri di Pondok Pesantren TMI Al-Amien Prenduan. Al-Balagh : Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 1(1), 67–100. https://doi.org/10.22515/balagh.v1i1.60
Hellermann, J. (2003). The interactive work of prosody in the IRF exchange: Teacher repetition in feedback moves. Language in Society, 32(1), 79–104. https://doi.org/10.1017/S0047404503321049
Hidayat, M. (2017). Model Komunikasi Kyai Dengan Santri di Pesantren. Jurnal ASPIKOM, 2(6), 385. https://doi.org/10.24329/aspikom.v2i6.89
Hymes, D. (1974). Foundations in Sociolinguistics: An Ethnographic Approach. University of Pennsylvania Press.
Hymes, D. (2013). Foundations in Sociolinguistics (D. Hymes (ed.)). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315888835
Irsad, R. M., Sutarni, Z. A., & Putri, N. C. (2024). Interaksi Edukatif dan Pengelolaan Kelas yang Efektif dalam Pembelajaran Bahasa Arab. Kalimatuna: Journal of Arabic Research, 3(1), 1–12. https://doi.org/10.15408/kjar.v3i1.40148
Jufrih, D. A., Febriani, S. R., Kholid, N., & Fattah, A. (2022). Arabic Language Program Management in Islamic Boarding School of Daarul Ukhuwwah Malang. LISANIA: Journal of Arabic Education and Literature, 6(2), 162–177. https://doi.org/10.18326/lisania.v6i2.162-177
Kuswandi, I. (2018). Prilaku Komunikasi Antar Budaya di Kampus Pesantren (Studi Mahasiswa Palembang di Kampus IDIA Prenduan Sumenep Madura). Kontekstualita, 34(02). https://doi.org/10.30631/kontekstualita.v34i02.36
Kuswarno, E. (2019). Etnografi Komunikasi : Suatu Pengantar dan Contoh Penelitiannya. Widya Padjajaran.
Laely, N. H., & Kusnawati, Y. Y. (2023). Analisis Fungsi Bahasa Arab Berdasarkan Fungsi Utama Bahasa Menurut Halliday. EL-IBTIKAR: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab, 12(1), 67. https://doi.org/10.24235/ibtikar.v12i1.13606
Luthfiah, N. N., Wahyudin, W., & Sumiarni, N. (2025). Ekplorasi Budaya Pembelajaran Bahasa Arab di Sekolah Indonesia Makkah: Studi Etnografi. Tsaqofiya : Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Arab, 7(1), 314–332. https://doi.org/10.21154/ghxabx49
Matthew B. Miles, A Micheal Hubarman, & Johnny Saldana. (2020). Qualitative Data Analysis A Methods Sourcebook (Fourth). SAGE Publications.
Meisareni, D., & Arif, M. (2022). Pola Komunikasi Antara Ustadz dan Santridalam Menanamkan Nilai-Nilai Agama di TPA Sullam At-Taufiqy. At-Tadabbur : Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 12(1).
Moleong, L. J. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Remaja Rosdakarya.
Muradi, A. (2014). Pendekatan komunikatif dalam pembelajaran bahasa Arab. Arabiyat: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Dan Kebahasaaraban, 1(1), 29–48. https://doi.org/10.15408/a.v1i1.1129
Nassaji, H., & Wells, G. (2000). What’s the Use of “Triadic Dialogue”?: An Investigation of Teacher-Student Interaction. Applied Linguistics, 21(3), 376–406. https://doi.org/10.1093/applin/21.3.376
Nasution, M. M., Khairani, H., & Syahputra, R. (2025). Strategi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Teori Psiko-Sosiolinguistik. Eduthink: Jurnal Pemikiran Pendidikan Islam, 5(01), 10–25. https://doi.org/10.36420/eduthink.v5i01.725
Nurdin, A. (2016). Tradisi Komunikasi di Pesantren. KARSA: Jurnal Sosial Dan Budaya Keislaman, 23(2), 276. https://doi.org/10.19105/karsa.v23i2.727
Putri, N. S., Abdurrahman, M., & Nurmala, M. (2024). Studi Kasus Tentang Kesalahan Kitabiyah ‘Arabiyah Ibtida’iyah Siswa di Sekolah Umum. LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 4(3), 613–626. https://doi.org/10.51878/learning.v4i3.3157
Rahmawati, A. T. (2017). Pola Komunikasi Santri terhadap Kiai: Studi atas Alumni Pondok Modern dan Pondok Salaf. Academica : Journal of Multidisciplinary Studies, 1(1), 1–18. https://doi.org/10.22515/academica.v1i1.751
Rochmawati, N. A., Casmini, C., Kholis, N., & Ramadlani, I. F. (2024). Mahasantri and rational choice: Shift of obedience to the kiai. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 32(2), 245–260. https://doi.org/10.21580/ws.32.2.23153
Saepullah, U. (2021). Cultural Communications of Islamic Boarding Schools in Indonesia. AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan, 13(3), 2188–2202. https://doi.org/10.35445/alishlah.v13i3.1154
Safitri, V. N., & Mujianto, G. (2021). Jargon Bahasa Berdasarkan Model Fungsional Speaking di Kalangan Komunitas Dakwah : Kajian Sosiolinguistik. Madah: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 12(2). https://doi.org/10.31503/madah.v12i2.383
Sanusi, A., Hamid, M. A., Nurbayan, Y., Ismail, Z. bin, & Maulia, L. N. (2024). Arabic teachers’ pedagogical competence: Cultural approach in enhancing the students’ communicative skills. Arabiyat: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Dan Kebahasaaraban, 11(1), 135–146. https://doi.org/10.15408/a.v11i1.39919
Saville‐Troike, M. (2003). The Ethnography of Communication. Wiley. https://doi.org/10.1002/9780470758373
Seedhouse, P. (2004). The Interactional Architecture of the Language Classroom: A Conversation Analysis Perspective. Blackwell Publishing. https://www.wiley.com/en-us/The+Interactional+Architecture+of+the+Language+Classroom%3A+A+Conversation+Analysis+Perspective-p-9781405120098
Siddiq, M. (2018). Pembelajaran Bahasa Arab di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta (Studi Etnografi). Al-Ma’rifah, 14(02), 24–36. https://doi.org/10.21009/ALMAKRIFAH.14.02.02
Taqi, A. Z., & Abby, M. (2022). Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Pendekatan Realitas Sosial (Analisis Kebutuhan di Ma’had Al-Jami’ah UIN Jakarta). Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan, 1(02), 93–115. https://doi.org/10.15408/tadabbur.v1i02.32195
Umam, M. K. (2021). Arabic at the Landmark of al-Irsyad Educational Institution (Competence, Cultural Identity & Religious Attitude). Al-Irfan : Journal of Arabic Literature and Islamic Studies, 4(1), 1–15. https://doi.org/10.36835/al-irfan.v4i1.4280
Uswatun Hasanah, Neni Afrida Sari, & Rahmad Husein. (2024). Initiation-Response-Feedback (IRF) Pattern of Sinclair and Coulthard Model In English Classroom Interaction. Sintaksis : Publikasi Para Ahli Bahasa Dan Sastra Inggris, 2(5), 340–348. https://doi.org/10.61132/sintaksis.v2i5.1102
Walsh, S. (2002). Construction or Obstruction: Teacher Talk and Learner Involvement in the EFL Classroom. Language Teaching Research, 6(1), 3–23. https://doi.org/10.1191/1362168802lr095oa
Yazid, G. A., & Fauzi, I. (2025). Pembentukan Lingkungan Bahasa Arab di MA Dafi Pesantren Al Qur’an Science Sidoarjo. Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(02). https://doi.org/https://doi.org/10.23969/jp.v10i02.27804
Yulista, Y. (2019). Pola Komunikasi dalam Mempertahankan Eksistensi Budaya Pesantren di Pulau Bangka. Scientia: Jurnal Hasil Penelitian, 4(1), 60–84. https://doi.org/10.32923/sci.v4i1.1114
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Asalibuna

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.







